Senin, 11 Mei 2015

Keajaiban Sedekah: Memberi Rp 4000 langsung di balas Allah Rp 100.000


Disuatu hari, tepatnya di hari Sabtu. Cuaca di hari itu cukup cerah. Belakangan ini, awal aktivitas hariannya di bukanya dengan salat dhuha empat rakaat. Dia adalah Bagus, seorang remaja yang sedang mencari jati diri, fresh graduate dari salah satu PTN dalam negeri dan masih belum mendapatkan pekerjaan tetap dan saat ini menjadi pengusaha. Selama kuliah, ia gemar bergelut di bidang wirausaha, selain bergabung di organisasi kewirausahaan, ia juga sering mengikuti seminar, pelatihan, dan praktik-praktik yang masih berhubungan dengan kewirausahaan. Bagus mulai membuka usaha kecil-kecilannya di tahun ke tiganya kuliah. Usaha kecil-kecilannya di bidang jasa desain ini lumayan membantu untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti untuk membeli makan dan pulsa.

Tetapi ada yang mengetuk hatinya, selama ini dia terus berusaha tetapi hasil yang di dapat selalu di rasa kurang, hati kurang tenang, dan lain sebagainya. Iseng-iseng ia membuka youtube dan menonton ceramah Ust. Yusuf Mansur mengenai sedekah dan mengenai semua yang ada di langit dan bumi adalah punya Allah. Yang terpenting kita minta ke Allah, usaha, sedekah, dan percaya, maka semua yang diinginkan akan dikabulkan oleh Allah.

“Dan Rabbmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min: 60).

Dengan tekat yang kuat, saat ini ia berusaha lebih kuat, dan mulai hari dengan shalat sunah dhuha, segala aktifitas bisnisnya ia yakinkan bahwa ia akan meminta income yang banyak kepada Allah sambil selalu bersedekah, apabila ada teman-teman yang belum ada uang untuk membayarnya maka ia tidak memaksa, dan hanya memungut biaya sesanggup temannya itu. Selain itu, jika ada teman-teman meminta diskon ia senantiasa memberikannya. 

Hal yang menarik diawal tekatnya untuk percaya 100% bahwa usaha+sedekah maka hasilnya pasti oke, Allah langsung menunjukkan kebesaran-Nya. Di hari Sabtu itu Bagus di ajak oleh seorang temannya ke beberapa acara seminar, kebetulan teman bagus ini diundang untuk menjadi pemateri di beberapa seminar itu dan meminta bagus untuk menjadi juru fotonya selama beliau mengisi seminar. Setelah bagus menyelesaikan pekerjaan desainnya, beliau mengirim hasil desain ke konsumen dan Bagus bergegas bersiap untuk pergi bersama temannya. Tiga jam kemudian, seminar pertama selesai dan Bagus mengirim foto-foto dari hp nya kepada temannya saat mereka beristirahat. Perut bagus sedikit keroncongan, tapi ia segan mengatakannya karena takut temannya mengira bahwa Bagus minta di traktir makan oleh temannya ini. 

Selesai shalat dzuhur, Bagus mengecek BBM di hp nya dan beliau belum mendapat kabar dari konsumen desainnya untuk masalah pembayaran desainnya. Bagus hanya berdoa dalam hari agar konsumennya cepat menghubunginya. Bagus kembali di ajak oleh temannya ini untuk menghadiri seminar ke dua, kembali bagus menjadi juru foto selama temannya menjadi pemateri. Perut bagus tak tertahan lagi, Bagus ingin makan keluar tetapi merasa segan dengan temannya yang sedang menjadi pemateri apabila dia makan sendiri-sendiri.

Acara seminar selesai, waktu ashar tiba, selesai ashar Bagus di ajak temannya makan, dalan hati Bagus bersorak gembira, "Alhamdulillah, akhirnya makan juga." Mereka makan di salah satu warung makan. Setelah makan ternyata yang meneraktir tadi adalah temannya. Bagus bersyukur, dan mengucapkan terima kasih. Sambil duduk masuk pesan BBM dari konsumennya menanyakan berapa harga jasa desain Bagus. Bagus menjawab BBM itu Rp 84.000 Mas, karena desainnya ada 4, satu desain harganya Rp 21.000,- Dibalas oleh konsumennya "80 ribu aja ya Mas, biar pas." Sambiul tersenyum Bagus membalas pesan itu,"Oke Mas, boleh." (sambil berjalan ke tempat parkir)

Beberapa detik setelah Bagus membalas pesan,"Oke Mas. Boleh". Teman Bagus mengeluarkan uang Rp 100.000 dari dompetnya dan menyerahkan kepada Bagus, 

Bagus heran, "Apa Ini Mas?"
Mas: "Ambil saja, hari ini kamu suah bantu saya, kebetulan saya dapat honor saat seminar tadi, ada rezeki kita bagi."
Bagus: "Alhamdulillah, maksih Mas."
(Dalam hati Bagus bersyukur dan berfikir bahwa seratus ribu ini di berikan untuknya karena ia memberi diskon Rp 4.000 kepada pelanggan desainnya tadi. Karena biasanya apabila ia diminta tolong oleh temannya ini menjadi juru foto, maka ia hanya di traktir makan setelahnya, tetapi kali ini, selain di traktir makan juga di beli uang Rp 100.000)

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti dengan sebiji / sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai (bulir), pada tiap-tiap tangkai  pula ada seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)

Bagus menjadi semakin yakin bahwa usaha yang dibarengi dengan doa dan sedekah, hasilnya lebih berkah dan lebih membuat hatinya tenang karena senantiasa bersyukur kepada Allah Swt.

Cerita ini merupakan cerita adaptasi dari kisah seseorang yang tidak ingin disebutkan jati dirinya, nama tokoh hanyalah nama samaran.

@hendraahong

Selasa, 05 Mei 2015

Kalau mau cari suami yang hebat, cari di mesjid pada waktu subuh


Alhamdulillah, akhirnya pada kesempatan yang berbahagia ini saya dapat menulis kembali. Tema yang akan kita bahas kali ini adalah mengenai keutamaan seorang laki-laki melaksanakan shalat subuh berjamaah di mesjid. Ada banyak manfaat yang kita dapat dari shalat subuh berjamaah di mesjid, diantaranya mendapatkan berkah dari Allah Swt., mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat, mendapat ganjaran pahala seperti shalat separuh malam, dijauhkan dari sifat orang munafik.

“Tidak ada Shalat yang lebih berat (dilaksanakan) bagi orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak. Sungguh aku telah hendak memerintahkan kepada petugas azan untuk iqamat (Shalat) kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang belum tidak keluar melaksanakan Shalat (di masjid).” (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah)

Selain itu bagi kesehatan kita juga terdapat banyak manfaat, diantaranya melebarkan pembuluh darah, melancarkan pencernaan, mengalirkan darah ke otak, dan lain sebagainya.

Selain itu untuk pemuda-pemudi yang ingin mencari dan menjemput jodoh, ibadah shalat subuh ini bisa dijadikan salah satu caranya. Untuk kaum wanita, jika sudah siap menikah, tetapi belum mendapatkan calon, anda dapat mencoba mencarinya dengan datang ke mesjid pada waktu subuh dalam beberapa hari atau minggu secara berturut-turut. Saat di mesjid anda dapat bertemu para laki-laki yang memiliki komitmen tinggi untuk senantiasa mengalahkan kantuknya demi beribadah kepada Allah Swt. Insya Allah laki-laki seperti ini memiliki nilai plus jika dibandingkan dengan laki-laki yang tidak melaksakan shalat subuh berjamaah di mesjid, walaupun hanya Allah yang Maha Mengetahui isi hati dan amal dari hamba-Nya tersebut. Tetapi cara ini tidak ada salahnya untuk di coba.

Untuk kaum pria, manfaat lain yang di dapat selain pahala dan kelebihan-kelebihan dari Allah Swt., kita juga dapat menjadikan hal tersebut menjadi ajang menjemput jodoh untuk yang telah siap mental, fisik, dan finansialnya. Pada waktu subuh, biasanya mayoritas jamaahnya adalah kakek-kakek, bapak-bapak, nenek-nenek, dan ibu-ibu. Kalau pun ada anak muda jumlahnya hanya segelintir. Tetapi hal tersebut merupakan berkah untuk kita, misalkan salah satu jamaah subuh itu merupakan orang tua/kakek dari seseorang yang ingin coba kita lamar. InsyaAllah apabila kita sudah siap mental, fisik, dan finansial, orang tua dari wanita tersebut akan menyetujui kita melamar anaknya karena beliau sering melihat kita melaksanakan shalat subuh dan shalat-shalat fardhu lainnya secara berjamaah. 

Tapi kita jangan sampai salah berniat dalam beribadah, karena satu-satunya niat ibadah kita adalah karena Allah ta'ala, bukan karena ingin dapat jodoh, ingin dipandang alim, dan lain sebagainya. Mari kita perbaiki niat kita. Yang awalnya karena dia dan mereka, saat ini kita persembahkan seutuhnya untuk Allah Yang Maha Pembuka Rahmat. Semoga dengan niat yang tulus dan benar, Allah akan memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan dan inginkan. Aamiin..

Kamis, 23 April 2015

MERBOT MASJID (Kisah nyata dari Masjid di Puncak, Bogor)

Sumber gambar
Ada dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yg biasa2 saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.
Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dg arsitektur yg cantik, yg memiliki view pegunungan dg kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya. Sungguh indah mempesona.
Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Perlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.
Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.
Seperti biasa, ia tiba di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yg ia temukan.
Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.
Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!
“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?”.
Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan, Ahmad berucap
“Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”. Zaenal terlihat masih dlm keadaan memakai dasi. Lengan yg digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.
Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sdg memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidatnya yg lebar terlhat jelas.
“Mad… Ini kartu nama saya…”.
Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener2 keren."
“Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kamu berminat, di kantor saya ada pekerjaan yg lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…”.
Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.
Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, kemudian harus terlempar dari kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yg salah dg pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan.
Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang2 yg sebenernya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.
Air wudhu membasahi wajahnya…
Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yg sedang bebersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.
Tanpa sadar, ada yg shalat di belakang Zaenal. Sama2 shalat sunnah agaknya.
Ya, Zaenal sudah shalat fardhu di masjid sebelumnya.
Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dg Ahmad.
“Pak,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?”
“Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?”
“Insinyur Haji Ahmad…?”
“Ya, insinyur Haji Ahmad…”
“Insinyur Haji Ahmad yang mana…?”
“Itu, yg barusan ngobrol sama Bapak…”
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum beliau bangun ini masjid…”.
Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum beliau bangun masjid ini…
Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat Pak. Tawadhu’. Saya lah yg merbot asli masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yg bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau bangun sendiri masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat mall megah di bawah sana? Juga hotel indah di seberangnya? … Itu semua milik beliau... Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan azan…”.
Wuah, entahlah apa yg ada di hati dan di pikiran Zaenal…
*****
Bagaimana menurut kita ?
Jika Ahmad itu adalah kita, mungkin begitu ketemu kawan lama yg sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita siapa yg sebenernya.
Dan jika kemudian kawan lama kita ini menyangka kita merbot masjid, maka kita akan menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah kawan kita bahwa kita inilah pewakaf dan yg membangun masjid ini.
Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Ia selamat dari rusaknya nilai amal, sebab ia cool saja. Tenang saja. Adem. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa2. Dan kemudian Allah yg memberitahu siapa dia sebenarnya...
"Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi"
(Org yg ikhlash itu adl org yg menyembunyikan kebaikan2nya, spt ia menyembunyikan keburukan2nya)

(Ya'qub rahimaHullah, dlm kitab Tazkiyatun Nafs)

sumber: Facebook.com

@hendraahong

Senin, 20 April 2015

Katanya Jodoh Pasti Bertemu, Terus Kalau Gak Ketemu-ketemu Gimana?


Pada postingan saya kali ini kita akan membahas mengenai seseorang yang sudah cukup syarat untuk menikah dan telah siap untuk menikah, tapi jodoh yang diimpikan tak kunjung datang. Mengapa hal itu terjadi? Apakah si empunya keinginan kurang sungguh-sungguh dalam menjemput jodoh? Sudah ada yang mendekat tetapi tidak sesuai kriteria? Mau gimana lagi ya...?

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Melihat dari firman Allah pada Surah Al-Baqarah ayat 216 tersebut kita dapat memahami bahwa selama ini kita belum mendapatkan pasangan hidup salah satunya karena belum dipertemukan dengan yang terbaik. Sudah banyak yang melamar atau dilamar tetapi belum juga dirasa cocok. Tetapi kita tidak bisa serta merta mencari jodoh yang sesuai 100% dengan keinginan kita. Kita mau yang cantik/tampan, kaya raya, dari keluarga terpandang. soleh/soleha, dan lain sebagainya. Jika kita mencari pasangan hidup dengan kriteria sesempurna itu, mungkin kita akan menjadi perjaka atau perawan tua. Kita juga harus bercermin, apakah kita sudah seperti sosok kriteria yang kita idamkan itu. Karena jodoh kita merupakan cerminan diri kita.


“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (QS. An-Nur: 26).

Oleh karena itu, hal yang harus kita lakukan adalah memperbaiki diri kepada Allah agar Allah memberikan jodoh sesuai keinginan kita. Tapi ingat! Niat kita dalam berhijrah harus 100% lillahi ta'ala, bukan karena motif-motif lainnya. Karena Allah Maha Tahu apa yang ada di hati hamba-hamba-Nya. Setelah kita memperbaiki diri, dengan memperbaiki ibadah kita. Shalat kita perbaiki, yang biasanya di rumah dan di akhir waktu, kini kita usahakan untuk shalat berjamaah di mesjid dan diawal waktu, itu untuk yang laki-laki. Untuk yang wanita, perbaiki shalat agar dapat shalat diawal waktu walaupun shalat di rumah.

Selain itu, kita harus memerhatikan aurat kita, bagi wanita mungkin sudah saatnya jika ingin punya suami soleh, ya harus jadi wanita soleha. Menutup diri dengan hijab yang syar'i. "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannyn, kecuali yang (biasa) Nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (QS. An-Nur: 31).


Untuk para laki-laki, yang dulu masih kurang peduli dengan auratnya, ayo kita perbaiki, kita ubah kebiasaan menggunakan celana pendek di depan umum. Pelan-pelan kita biasakan bercelana panjang kemanapun kita pergi. Pelan-pelan kita ubah kebiasaan bermain futsal dengan celana pendek menjadi memakai celana training, awalnya memang sulit, kemampuan mengolah bola akan berkurang karena celana training itu sedikit mengganggu, tapi apabila sudah terbiasa, kemampuan itu akan kembali seperti semula. Selain itu, hijab lelaki adalah menundukkan pandangan.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An- Nur: 30).

Buat teman-teman yang selama ini sudah merasa melaksanakan semua kewajiban dan menjauhi larangan tetapi masih juga belum diberi jodoh, berikut ada beberapa metode untuk mencari jodoh yang sesuai. Bagi wanita soleha, jangan takut tidak ada yang mau karena prinsipnya "Wanita soleha jarang sekali diperebutkan karena memang ia bukan untuk diperebutkan tapi perlu perjuangan yang besar untuk mendapatkannya." Oleh karena itu, para wanita soleha, mungkin saat ini sedang ada seorang lelaki yang sedang memperbaiki dirinya kepada Allah, sehingga Allah nantinya akan mempertemukan kalian berdua. Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengecek seorang calon suami hebat, yaitu dengan mengecek di mesjid sewaktu shalat subuh. Lelaki yang rutin shalat subuh berjamaahnya, bangun pagi untuk subuh jamaah aja dia kuat, apalagi membangun keluarga bersama kamu nanti, eeaaaa....


Jurus yang terakhir adalah selalu berdoa kepada Allah Swt. agar segera dipertemukan dengan belahan jiwa yang akan menjadi partner kita dalam meraih surga-Nya. Karena doa itu ibarat mengayuh sepeda, kayuh demi kayuhan akan membawa kita ke tempat tujuan, tetapi jika kita berhenti mengayuh, maka kita kan jatuh dari sepeda itu. Semoga bermanfaat, terutama untuk saya sendiri dan untuk pembaca sekalian. Mohon maaf apabila ada kesalahan, yang benar datangnya dari Allah, yang salah datangnya dari kekhilafan saya sendiri. Saya akhiri dengan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

@hendraahong

Rabu, 15 April 2015

Ada sebuah jenis kebahagiaan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang suka menolong orang lain. Dan sepertinya itu adalah kebahagiaan sejati.


Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibuu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.
“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan. (Sumber: Kata Bijak Inspirasi)

@hendraahong

Selasa, 14 April 2015

Tanda-tanda Ajal akan Menjemput Kita

sumber gambar
Bismillahirrohmanirrohim.

ALLAH Subhanahu Wata'ala telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian..

Tanda 100 hari menjelang ajal : Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa..

Tanda 40 hari menjelang kematian : Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut.. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal: Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.



Tanda 3 hari menjelang ajal : Terasa denyutan ditengah dahi, Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti..

Tanda 1 hari sebelum kematian : Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.. Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat..

Sahabatku yang budiman, subhanALLAH, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya.. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng- kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup..
Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya..

SubhanALLAH.. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang- orang yang terpilih.. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada..
Dan semoga akhir hidup kita semua Husnul Khatimah, Aamiin..(Sumber: Fans Page Ustadz Yusuf Mansur)

@hendraahong

Senin, 13 April 2015

Pikir yang Dekat Dahulu Sebelum yang Jauh

sumber gambar
Dahulu kala di sebuah kerajaan di Eropa, seorang rakyat jelata dijatuhi hukuman seumur hidup karena kesalahan yang dibuatnya. Suatu malam, sang raja yang terkenal dengan kecerdikannya menyelinap ke penjara untuk menemuinya. Sang raja berkata,"Sekarang adalah kesempatanmu. Aku akan memberi tahumu satu rahasia agar kau selamat dari hukuman penjara seumur hidup. Didekatmu, ada satu jalan keluar yang tidak dijaga. Kalau berhasil menemukannya, kau akan selamat. Namun, jika tidak, kau akan disini selamanya. Waktumu hanya sampai matahari terbit!"

Usai mengatakan itu, raja keluar dari penjara. Malam itu juga, sang raja memerintahkan para pengawal penjara agar membiarkan tahanan itu mencari jalan keluarnya.


Selepas raja keluar, sang tahanan langsung memperhatikan dengan sesama ruang selnya. Ia melihat sebuah celah yang ditutup oleh karpet tebal. Harapan menghampirinya. Setelah ia buka, ternyata itu adalah tangga menuju ruang bawah tanah. Tahanan tersebut menelusuri tangga itu hingga ia merasakan udara dari luar ruangan, sehingga harapannya semakin besar. Akhirnya, ia sampai di sebuah benteng yang sangat tinggi, yang semua pintunya terkunci. Ia sadar dirinya tersesat. Segera ia memutuskan untuk kembali.

Untuk kedua kalinya, orang tiu mencari lubang di setiap sudut selnya. Ia memukul-mukulkan kedua tangannya pada dinding. Ternyata, ada salah satu batu yang bergerak. Ia bergembira. Setelah menarik batu itu, ia melihat lorong bawah tanah lain yang sempit, namun bisa ia masuki. Ia melalui lorong tersebut dengan merangkak dengan harapan bisa selamat sampai pintu keluar. Hampir dua pertiga malam ia terus merangkak. Sayangnya, di ujung lorong hanya ada sebuah celah yang tertutup rapat dengan sebuah pintu besi.

Untuk kedua kalinya, tahanan itu kembali dengan tangan hampa. Ia berusaha lagi mencari jalan keluar. Ia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai penjara, menepuk-nepuk dinding dengan kencang dan mengintip celah di atap-atapnya. Namun, sayang sampai sinar matahari memasuki ruang selnya, ia belun juga bisa keluar! Dan, ia terkejut karena menyadari sang raja telah berdiri di depan pintu.

"Kenapa kau masih di sini?" tanya sang raja.

Tahanan itu menjawab dengan ketus, "Kau membohongiku! Aku awalnya mengira kau memberitahuku dengan serius!"

Raja menanggapinya dengan dingin, "Loh, aku memang serius."

Tidak mungkin! aku sudah mencari jalan keluar tersebut di setiap sudut sel ini. mana buktinya? Semua celah yang ada buntu" ungkap si tahanan.

Sang raja berkata,"Engkau memang aneh. Pintu penjara ini tidak dikunci dari tadi malm. Engkau tidak pernah berfikir untuk mendorongnya. Benar, kan?"

Akhirnya, si tahanan menghabiskan sisa umurnya di penjara. (Sumber: Buku Halaqah Cinta)

@hendraahong

Membaca Panic Buying BBM dari Ilmu Perilaku Konsumen

Oleh: Hendra Halim, M.E. (Sekretaris Pusat Riset Kita Kreatif Universitas Syiah Kuala | Dosen FEB Universitas Syiah Kuala) Dalam beberapa ha...