Selasa, 27 Desember 2022

Bagaimana meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa?

Beberapa mahasiswa merasa bingung setelah lulus kuliah tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Beberapa dari mereka mungkin akan mencari pekerjaan di perusahaan, sementara yang lain mungkin akan memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, ada juga yang memilih untuk berwirausaha dan memulai bisnis sendiri. Mengapa demikian? Berwirausaha memang tidak mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit jika kita tahu caranya. 

Berwirausaha merupakan salah satu cara untuk membantu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Selain itu, berwirausaha juga dapat memberikan kebebasan finansial dan kesempatan untuk mengembangkan ide-ide inovatif. Namun, masih banyak mahasiswa yang belum tertarik untuk berwirausaha. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan minat berwirausaha di kalangan mahasiswa agar dapat membantu menciptakan generasi pengusaha yang kreatif dan inovatif di masa depan.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa:

  1. Memberikan edukasi tentang wirausaha. Mahasiswa seringkali tidak tahu apa itu wirausaha atau bagaimana cara memulainya. Oleh karena itu, memberikan edukasi tentang wirausaha merupakan langkah pertama yang harus dilakukan. Ini dapat dilakukan melalui kelas khusus, workshop, atau seminar yang diadakan oleh kampus atau organisasi kewirausahaan.
  2. Menyediakan fasilitas yang mendukung. Selain edukasi, menyediakan fasilitas yang mendukung juga merupakan hal yang penting. Ini dapat berupa ruangan khusus untuk berwirausaha, dana untuk memulai bisnis, atau bimbingan dari mentor yang sudah berpengalaman. Dengan adanya fasilitas tersebut, mahasiswa akan merasa lebih dorongan untuk mencoba berwirausaha.
  3. Menghadirkan role model. Menghadirkan role model yang sudah berhasil dalam bidang wirausaha juga dapat memotivasi mahasiswa untuk mengikuti jejak mereka. Role model tersebut dapat berupa founder startup yang sudah sukses, atau wirausaha muda yang telah membuktikan kemampuannya di bidang yang dijalani. Dengan bertemu langsung dengan role model, mahasiswa akan merasa terinspirasi dan memiliki semangat untuk mencoba berwirausaha.
  4. Menyediakan program inkubasi bisnis. Program inkubasi bisnis merupakan program yang menyediakan dukungan kepada mahasiswa yang ingin memulai bisnisnya sendiri. Program ini biasanya meliputi bimbingan dari mentor, dana untuk memulai bisnis, serta akses ke fasilitas yang dibutuhkan. Dengan adanya program ini, mahasiswa akan merasa lebih yakin dan memiliki dukungan untuk memulai bisnisnya.

Sumber


Mahasiswa yang berwirausaha memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:
  • Memiliki penghasilan tambahan
    Bisnis kecil yang dikelola sendiri bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi mahasiswa. Ini bisa membantu menutupi biaya hidup selama kuliah, seperti biaya kuliah, biaya transportasi, dan biaya makan.

  • Mendapat pengalaman berharga
    Berwirausaha akan memberikan pengalaman yang tidak bisa didapatkan di tempat kerja. Mahasiswa akan belajar bagaimana mengelola bisnis, mengelola keuangan, dan mengelola tim. Selain itu, mahasiswa juga akan belajar bagaimana beradaptasi dengan situasi yang tidak terduga, menyelesaikan masalah yang timbul, dan mengelola stres.

  • Memiliki kebebasan
    Berwirausaha memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk bekerja sesuai dengan jadwal yang mereka inginkan. Mereka tidak terikat dengan jam kerja yang telah ditentukan, sehingga bisa mengelola waktu dengan lebih fleksibel.

  • Memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang
    Bisnis yang dikelola sendiri memberikan peluang bagi mahasiswa untuk tumbuh dan berkembang secara finansial dan profesional. Mereka bisa mengembangkan bisnis sesuai dengan keinginan dan bakat yang dimiliki, serta memperluas jaringan dengan berbagai pihak.

Kamis, 22 Desember 2022

Promosi Agama Islam Lewat Piala Dunia Qatar 2022

Sumber

Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar akan menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Timur Tengah dan akan menjadi yang pertama kali diselenggarakan pada musim dingin. Dengan lebih dari 2,5 juta orang yang diharapkan akan mengunjungi Qatar selama Piala Dunia, acara ini dianggap sebagai peluang besar untuk mempromosikan agama Islam di dunia internasional. Meskipun Piala Dunia dianggap sebagai acara olahraga terbesar di dunia, ia juga memiliki implikasi yang lebih luas dari sekadar pertandingan sepak bola. Sebagai tuan rumah, Qatar berkesempatan untuk menunjukkan kepada dunia apa yang mereka tawarkan, termasuk budaya dan agama mereka.

Secara umum, Piala Dunia dianggap sebagai acara olahraga internasional yang tidak terkait dengan agama. Namun, karena Qatar adalah negara yang didominasi oleh agama Islam, maka tidak mengherankan jika Piala Dunia di sana akan memiliki beberapa dampak terhadap promosi agama Islam. Pertama, Piala Dunia di Qatar akan menjadi kesempatan bagi negara tersebut untuk menunjukkan kepada dunia betapa ramahnya agama Islam terhadap wisatawan dan atlet dari berbagai latar belakang. Qatar telah menunjukkan komitmennya untuk menyambut para tamu dengan baik dengan membangun fasilitas wisata yang luar biasa seperti stadion, hotel, dan kompleks rekreasi. Qatar juga telah mengeluarkan peraturan yang menjamin keamanan dan kenyamanan para tamu, termasuk memberikan jaminan bahwa para wisatawan tidak akan diperlakukan secara diskriminatif atau tidak adil karena latar belakang agama atau ras mereka. Ini merupakan tindakan yang dapat mempromosikan agama Islam sebagai agama yang toleran dan ramah terhadap orang lain.

Kedua, Piala Dunia di Qatar akan menjadi kesempatan bagi negara tersebut untuk memperkenalkan budaya dan kebudayaan Islam kepada dunia. Sebagai negara yang didominasi oleh agama Islam, Qatar memiliki banyak tradisi dan kebiasaan yang berkaitan dengan agama tersebut. Piala Dunia di Qatar akan menjadi kesempatan bagi negara tersebut untuk memperkenalkan budaya dan kebudayaan Islam kepada dunia melalui acara-acara seperti pertunjukan musik dan tarian, pameran seni, dan banyak lagi. Ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan toleransi terhadap agama Islam di dunia.

Tentu saja, promosi agama Islam selama Piala Dunia di Qatar tidak akan terlepas dari kontroversi. Beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman dengan upaya untuk mempromosikan agama tertentu di acara olahraga internasional, sementara yang lain mungkin merasa bahwa promosi agama Islam merupakan bagian dari budaya Qatar yang harus dihargai. Meskipun demikian, ada kemungkinan bahwa promosi agama Islam selama Piala Dunia di Qatar akan meningkatkan pemahaman dan toleransi terhadap agama tersebut di kalangan orang-orang di seluruh dunia.

Kamis, 15 Desember 2022

Manfaat Sertifikasi Digital Marketing bagi UMKM



Sertifikasi digital marketing merupakan suatu bentuk validasi atas pengetahuan dan keterampilan dalam bidang digital marketing. Bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), sertifikasi ini dapat memberikan berbagai manfaat yang sangat penting. Pertama, sertifikasi digital marketing dapat meningkatkan kompetensi dan kredibilitas para pegawai atau pemilik UMKM tersebut. Dengan memiliki sertifikasi ini, mereka dapat membuktikan bahwa mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola dan mengembangkan bisnis secara online. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap UMKM tersebut, sehingga dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan bisnis.

Kedua, sertifikasi digital marketing dapat membantu UMKM dalam mengikuti perkembangan teknologi dan trend bisnis online. Saat ini, teknologi dan trend bisnis online berkembang sangat cepat dan sangat penting bagi UMKM untuk selalu mengikutinya. Sertifikasi digital marketing dapat membantu para pegawai atau pemilik UMKM tersebut untuk terus belajar dan memperoleh pengetahuan terbaru tentang teknologi dan trend bisnis online. Hal ini akan membantu UMKM tersebut untuk lebih mudah bersaing di pasar online.

Ketiga, sertifikasi digital marketing dapat membantu UMKM dalam mengelola dan mengembangkan bisnis secara efektif dan efisien. Dengan memiliki sertifikasi ini, para pegawai atau pemilik UMKM dapat lebih mengerti tentang berbagai strategi dan teknik digital marketing yang dapat digunakan untuk mengelola dan mengembangkan bisnis secara online. Hal ini akan membantu UMKM tersebut untuk lebih mudah menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya secara online, sehingga dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan bisnis.

Keempat, sertifikasi digital marketing dapat membantu UMKM dalam memperluas jaringan dan meningkatkan branding bisnis. Dengan memiliki sertifikasi ini, para pegawai atau pemilik UMKM dapat lebih mudah untuk bergabung dengan komunitas atau klub bisnis online yang terkait dengan bidang digital marketing. Hal ini akan membantu UMKM tersebut untuk memperluas jaringan dan meningkatkan branding bisnisnya, sehingga dapat meningkatkan omset usaha.

Salah satu LPS yang menyediakan pelatihan dan uji kompetensi digital marketing adalah Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Digital. Pembaca yang berminat dapat mengaksesnya melalui link lspdigital.id atau sertifikasikompetensi.com.

Pentingnya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bagi Pengembangan SDM Indonesia

Sumber: https://ui.lspbnsp.id/assets/files/artikel/23181kategori_slide_kedua.jpg
Sumber

Lembaga sertifikasi profesi merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Lembaga sertifikasi profesi bertujuan untuk menjamin bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam suatu bidang profesi tertentu. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat. Sertifikasi profesi juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia. Dengan mengikuti sertifikasi profesi, para pekerja dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja mereka. Hal ini tentu saja akan sangat bermanfaat bagi perkembangan industri dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Selain itu, lembaga sertifikasi profesi juga bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di antara para pekerja. Dengan adanya sertifikasi profesi, para pekerja dapat lebih mudah untuk membuktikan kemampuan dan kompetensi mereka kepada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti perusahaan, instansi pemerintah, maupun masyarakat. Dengan demikian, para pekerja dapat lebih mudah untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan kemampuan mereka. Selain itu, lembaga sertifikasi profesi juga dapat membantu meningkatkan produktivitas tenaga kerja Indonesia. Dengan memiliki sertifikat keahlian yang menjamin kompetensi, individu akan lebih percaya diri dan dapat bekerja dengan lebih optimal. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada kinerja perusahaan dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Tidak hanya bagi para pekerja, lembaga sertifikasi profesi juga bermanfaat bagi perusahaan dan instansi pemerintah. Dengan adanya sertifikasi profesi, perusahaan dapat lebih mudah untuk mencari dan mempekerjakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini tentu saja akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu, lembaga sertifikasi profesi juga dapat membantu instansi pemerintah dalam mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia Indonesia secara lebih efektif. Dengan adanya sertifikasi profesi, instansi pemerintah dapat mengetahui kompetensi dan kemampuan para pekerja secara lebih jelas, sehingga dapat mengembangkan program-program pengembangan karir yang sesuai dengan kebutuhan para pekerja dan perusahaan.


Sertifikasi Digital Marketing Harus Bebas dari Plagiarisme

Sertifikasi digital marketing adalah suatu bentuk sertifikasi yang diberikan kepada individu atau perusahaan yang telah memenuhi syarat dan telah lulus tes yang ditentukan oleh lembaga yang mengeluarkan sertifikat tersebut. Sertifikasi ini bertujuan untuk memberikan bukti bahwa seseorang atau perusahaan tersebut memiliki kemampuan dan kompetensi dalam bidang digital marketing. Digital marketing sendiri adalah salah satu cabang dari pemasaran yang menggunakan teknologi digital, seperti internet, media sosial, dan aplikasi untuk menjangkau dan berkomunikasi dengan audiens atau calon pelanggan. Dengan menggunakan teknologi digital, digital marketing memungkinkan perusahaan atau organisasi untuk mengirimkan pesan promosi atau informasi produk atau jasa secara cepat dan efektif kepada audiens yang tepat.

Sertifikasi digital marketing sangat penting bagi individu atau perusahaan yang ingin terlibat dalam bidang digital marketing, karena sertifikasi ini memberikan bukti bahwa mereka memiliki kemampuan dan kompetensi dalam bidang tersebut. Sertifikat ini juga bisa meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan audiens atau pelanggan terhadap perusahaan atau organisasi tersebut. Sertifikasi digital marketing dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). LSP adalah lembaga pelaksana kegiatan kompetensi kerja yang mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Salah satu LSP yang menyelenggarakan sertifikasi digital marketing adalah LSP Teknologi Digital yang dapat diakses melalui lspdigital.id dan sertifikasikompetensi.com.

Sertifikasi Digital Marketing

Seperti halnya sertifikasi lainnya, sertifikasi digital marketing juga memiliki aturan tersendiri mengenai plagiarisme. Plagiarisme adalah penyalinan atau penggunaan ide atau karya orang lain tanpa mencantumkan sumbernya atau dengan mengklaim sebagai karya sendiri. Dalam sertifikasi digital marketing, plagiarisme dilarang dan dianggap sebagai pelanggaran yang serius.

Untuk menghindari terjadinya plagiarisme, sertifikasi digital marketing menetapkan batas maksimal tingkat plagiarisme yang diizinkan, yaitu 20%. Ini berarti bahwa dalam mengerjakan soal-soal tes sertifikasi digital marketing, seseorang atau perusahaan tidak boleh menyalin atau menggunakan ide atau karya orang lain sebanyak lebih dari 20% dari jawabannya. Jika seseorang atau perusahaan terbukti melakukan plagiarisme melebihi batas maksimal yang ditetapkan, maka mereka dapat dikenakan sanksi, mulai dari peringatan hingga pencabutan sertifikat yang telah diterima. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menghormati hak cipta orang lain, serta menghindari melakukan plagiarisme dalam mengerjakan soal-soal tes sertifikasi digital marketing.

Senin, 17 Februari 2020

Mengapa harus Wisatawan Malaysia?

Sumber: https://bisniswisata.co.id/wp-content/uploads/2018/01/aceh.jpg

Wisatawan mancanegara dan nusantara merupakan salah satu indikator pengukuran keberhasilan pembangunan kepariwisataan sebuah negara atau daerah. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Aceh menunjukkan pertumbuhan yang positif selama 5 tahun terakhir. Tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Aceh mencapai 106 ribu wisatawan, naik 40,3% dari tahun sebelumnya, di mana tercatat ada lebih dari 75 ribu adalah wisman (BPS, 2019).
Jika ditelusuri lebih lanjut berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Provinsi Aceh didominasi oleh wisatawan asal Malaysia dengan pangsa pasar sekitar 80% dalam 5 tahun terakhir. Malaysia seharusnya dijadikan target pasar utama untuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Aceh berdasarkan data tersebut. Selain itu, dari hasil kajian segmentasi pasar Disbudpar tahun 2019, pengeluaran rata-rata wisatawan Malaysia selama di Aceh rata-rata sebesar 3,5-9 juta rupiah. Dana ini lebih besar dari jumlah yang dikeluarkan oleh wisatawan domestik yaitu rata-rata di bawah 3,5 juta rupiah dalam sekali kunjungan.
Lalu, apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Aceh dan pelaku industri pariwisata di Aceh untuk menarik lebih banyak wisatawan asal Malaysia berunjung ke Aceh?
Untuk menyusun strategi dalam peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara khususnya Malaysia ke Aceh, penulis telah melakukan wawancara dengan beberapa akademisi dan praktisi industri pariwisata di Aceh. Penulis merangkum hasil wawancara tersebut serta merekomendasikan beberapa hal, diantaranya:
1.   Strategi Eksternal:
a.    Promosi agresif ke negara pasar utama (Malaysia) dengan memanfaatkan berbagai media promosi yang ada (online dan offline). Pemerintah dan pelaku industri wisata menggunakan media online seperti website, Instagram ads, facebook ads, dan iklan online lainnya untuk memperkenalkan destinasi wisata halal Aceh khusus menargetkan area Malaysia;
b.   Memanfaatkan tema-tema wisata minat khusus dan wisata tematik seperti wisata sejarah Aceh-Malaysia, wisata tsunami, belanja tradisional, desa wisata, wisata bulan maulid, wisata ramadhan di Serambi Mekah, dll;
c.    Memanfaatkan Kuala Lumpur sebagai port of entry wisatawan yang akan ke Aceh (advertising, brosur, baliho, outdoor ad lainnya) di Bandara KLIA 1 dan 2;
2.   Strategi Internal:
a.    Peningkatan pelayanan di destinasi wisata (lahan parkir memadai, tersedia musalla, toilet yang bersih dan terpisah antara pria dan wanita);
b.   Peningkatan jumlah sertifikasi halal pada restoran, cafĂ©, salon, spa, dan berbagai fasilitas wisata lainnya serta transparansi dan standarisasi harga pada konsumen terutama wisatawan mancanegara.
Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan terutama wisatawan asal Malaysia. Jika pembaca mempunyai pendapat lainnya, silahkan menuliskannya di kolom komentar. Semoga strategi dari penulis, narasumber yang telah kami wawancarai, serta saran dari pembaca nantinya dapat menjadi masukan dan dilaksanakan oleh seluruh stakeholder wisata halal Aceh sehingga terjadinya peningkatan pemasukan kepada industri yang memiliki keterikatan dengan industri wisata.

Selasa, 04 Februari 2020

Mengapa Aceh Bukan “Peringkat Pertama” Destinasi Wisata Halal di Indonesia?

Sumber Gambar: https://images.app.goo.gl/YutFUKk58nkADVG8A

Provinsi Aceh selama dua tahun berturut-turut, yaitu tahun 2018 dan 2019 menempati posisi kedua Destinasi Wisata Halal Indonesia versi Crescentrating-Mastercard Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Peringkat pertama selama dua tahun terakhir diraih oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Provinsi Aceh yang merupakan tempat agama Islam pertama kali masuk ke Indonesia dan provinsi satu-satunya di Indonesia yang menerapkan hukum syariah dan diberikan status otonomi khusus. Namun, mengapa Provinsi Aceh selalu berada di posisi kedua selama dua tahun terakhir ini? bagaimana kriteria penilaian Crescentrating-Mastercard Indonesia Muslim Travel Index (IMTI)?

Alat pengukuran yang digunakan dalam IMTI diadaptasi dari Model ACES Global Muslim Travel Index (GMTI) yang meliputi: 1. Access, 2. Communication, 3. Environment, dan 4. Services. Komponen akses memiliki beberapa indikator, yaitu: akses udara, akses kereta api, akses laut dan infrastruktur jalan. Indikator ini mengukur kemudahan aksesibilitas suatu destinasi melalui beberapa moda transportasi. Komponen komunikasi memiliki beberapa indikator, yaitu: panduan wisatawan muslim, pendidikan pemangku kepentingan, penjangkauan pasar, kemampuan bahasa pemandu wisata, dan pemasaran digital. Indikator ini mengukur tingkat kesadaran dan tingkat penjangkauan pasar terhadap kebutuhan wisatawan muslim. 

Komponen lingkungan memiliki beberapa indikator, diantaranya: tempat kedatangan wisatawan domestik, tempat kedatangan wisatawan internasional, ketersediaan Wi-Fi di bandara, dan komitmen terhadap wisata halal. Indikator ini mengukur kenyamanan lingkungan destinasi wisata. Komponen layanan memiliki beberapa indikator, diantaranya: restoran halal, masjid, bandara, hotel, dan objek wisata. Indikator ini mengukur layanan kebutuhan berbasis agama yang disediakan oleh destinasi. Layanan ini sangat penting untuk memungkinkan para wisatawan muslim untuk melakukan perjalanan sambil tetap menjalankan ibadah.

Lombok, Aceh, dan Jakarta adalah tiga daerah teratas pada IMTI tahun 2018 dengan skor masing-masing 58, 57 dan 56. Nilai rata-rata pada tahun 2018 adalah 50. Dari 10 provinsi, hanya 6 yang mencetak nilai di atas rata-rata. Provinsi tiga besar seharusnya mendapat skor setidaknya 80, tetapi peringkat 1 yaitu Lombok, hanya skor 58. Hal ini menyiratkan semua daerah harus fokus pada peningkatan komunikasi dan layanan untuk meningkatkan skor yang didapat.

Pada IMTI tahun 2019, NTB mempertahankan posisinya sebagai peringkat pertama dengan skor 70. Provinsi ini telah membuktikan dirinya sebagai salah satu tujuan paling lengkap bagi para wisatawan muslim di Indonesia dalam hal berbagai kriteria yang dianalisis. Dengan demikian dikategorikan sebagai destinasi wisata halal unggulan di Indonesia. Provinsi Aceh mempertahankan posisinya di tempat kedua dengan skor 66, sementara Provinsi Riau & Kepulauan Riau berhasil menyusul Jakarta dan berada di tempat ketiga dengan skor 63.

Apa yang harus dilakukan agar Provinsi Aceh dapat menjadi peringkat pertama destinasi wisata halal di Indonesia? Atau minimal dapat mempertahankan posisinya saat ini? Berikut beberapa hal yang harus dilakukan Pemerintah Aceh dan pelaku wisata halal sesuai standar IMTI dan GMTI:
1. Berupaya meningkatkan aksesibilitas destinasi wisatanya melalui konektivitas udaranya dengan meningkatkan lebih banyak penerbangan internasional langsung dan meningkatkan infrastruktur jalannya agar memiliki kapasitas untuk mengakomodasi wisatawan.
2. Untuk memiliki komunikasi yang kuat, provinsi harus terlibat dalam lebih banyak kegiatan penjangkauan pasar di pameran B2B dan B2C, menjalankan kampanye online dan offline dalam berbagai media bahasa, panduan wisatawan muslim dalam bahasa yang sama dengan wisatawan, dan melengkapi staf perhotelan dengan keahlian bahasa.
3. Untuk memiliki lingkungan yang ramah wisatawan, pemda dan pelaku industri wisata harus meningkatkan konektivitas Wi-Fi di area publik untuk wisatawan muslim seperti bandara, mal, dan hotel. Selain itu, perlu ada inovasi untuk layanan terkait wisata halal untuk berkembang.
4. Layanan ramah wisatawan muslim adalah kunci untuk menarik wisatawan muslim. Layanan-layanan ini termasuk perusahaan-perusahaan bersertifikat halal seperti restoran dan hotel yang sesuai syariah, ruang dan fasilitas sholat yang ditingkatkan, produk dan pengalaman pariwisata inovatif seperti pengalaman religius atau pengalaman kuliner halal, fasilitas terpisah gender seperti spa dan gimnasium.

Membaca Panic Buying BBM dari Ilmu Perilaku Konsumen

Oleh: Hendra Halim, M.E. (Sekretaris Pusat Riset Kita Kreatif Universitas Syiah Kuala | Dosen FEB Universitas Syiah Kuala) Dalam beberapa ha...